Kalau boleh jujur, saya dulu berpikir promo umroh itu cuma akal-akalan marketing. Sekadar potongan harga yang ujung-ujungnya bikin kita repot sendiri saat proses keberangkatan. Tapi anggapan itu berubah total ketika saya mengalami sendiri promo umroh Lombok dari Fitour International—dan kisah ini bukan cuma soal tiket murah atau diskon, tapi tentang pengalaman ibadah yang sungguh-sungguh bermakna.
Semua bermula dari postingan WhatsApp group alumni sekolah saya. Salah satu teman share brosur digital program umroh dari Lombok, lengkap dengan tanggal keberangkatan dan layanan pendampingan. Saya hampir skip, sampai saya lihat ada logo Fitour International di sana. Saya pernah dengar nama ini sebelumnya dari tetangga saya yang guru ngaji. Katanya, Fitour tuh beda. Mereka nggak cuma jualan, tapi benar-benar mendampingi.
Rasa penasaran membawa saya untuk browsing lebih lanjut. Saya ketik di Google: promo umroh lombok, dan ya… situs Fitour muncul di antara yang paling atas. Saya buka pelan-pelan, baca bagian tentang program keberangkatan dari NTB, lihat dokumentasi perjalanan mereka, dan tanpa sadar, saya udah tenggelam dalam foto-foto para jamaah yang wajahnya… familiar. Bukan selebriti. Tapi wajah-wajah bapak-ibu sederhana seperti saya, seperti keluarga di kampung.
Saya langsung hubungi kontak yang tertera. Adminnya cepat respon dan—yang bikin saya nyaman—nggak langsung nawarin harga atau brosur. Tapi nanya, “Bapak sudah pernah umroh? Kalau belum, kami bantu dari awal, ya.” Percakapan kami lanjut ke WhatsApp, dan dalam waktu dua hari, saya udah daftar sesi manasik di Mataram.
Hari itu, aula tempat manasik penuh. Tapi rasanya bukan seperti seminar atau presentasi penjualan. Lebih seperti pengajian keluarga besar. Ada kopi, jajanan lokal, dan senyum ramah dari tim Fitour yang menyambut kami satu per satu. Di depan, ada ustadz yang bukan hanya menjelaskan teknis ibadah, tapi juga banyak bercerita soal pengalaman spiritual yang sederhana tapi menyentuh.
Fitour nggak hanya kasih “paket promo umroh dari Lombok”, tapi mereka benar-benar tahu apa yang dibutuhkan jamaah lokal. Mulai dari cara menjelaskan proses imigrasi di bandara (buat yang baru pertama kali terbang), hingga info seputar tempat makan di Madinah yang cocok buat perut orang Indonesia timur.
Yang bikin saya makin mantap? Keberangkatan langsung dari Bandara Internasional ZAM. Nggak perlu repot-repot transit di Jakarta atau Surabaya dulu. Tim Fitour bantu semuanya. Mulai dari koper, pengecekan dokumen, sampai nenangin jamaah lansia yang terlihat cemas di ruang tunggu. Suasana kekeluargaan sangat terasa.
Perjalanan kami lancar, alhamdulillah. Tapi yang paling saya syukuri, bukan cuma soal lancarnya transportasi atau lengkapnya fasilitas. Tapi soal bagaimana Fitour menjaga hati kami tetap dekat dengan niat awal: ibadah. Setiap malam di Mekkah, kami ada sesi ringan—bukan ceramah berat—yang isinya tentang refleksi, tanya jawab, bahkan kadang tangis haru dari jamaah yang baru pertama kali melihat Ka’bah.
Saya nggak merasa jadi “pelanggan” di program ini. Saya merasa jadi bagian dari keluarga besar yang sedang dalam perjalanan suci bersama.
Setelah pulang ke Lombok, saya jadi semangat cerita ke teman-teman pengajian dan tetangga. Bukan untuk pamer, tapi karena saya tahu betul bahwa masih banyak orang baik yang ingin umroh, tapi masih bingung harus mulai dari mana. Promo umroh yang Fitour tawarkan bukan sekadar potongan harga. Tapi akses. Akses menuju ibadah dengan cara yang manusiawi, santai, dan penuh pendampingan.
Kalau kamu sekarang juga lagi cari program promo umroh lombok yang bukan hanya terpercaya tapi juga hangat dan mendalam, saya rekomendasikan kamu mulai dari sini:
Fitour Interantional
Di sana kamu bisa temukan info jadwal keberangkatan, jenis program (reguler, lansia, keluarga), dan dokumentasi asli jamaah dari NTB yang sudah berangkat. Semua transparan, jelas, dan tanpa embel-embel yang membingungkan. Bahkan kalau kamu belum punya paspor atau belum tahu syarat vaksinasi, tim Fitour akan bantu step-by-step tanpa menghakimi.